Geolistrik (geoelectric) Penentuan Titik Pengeboran Sumur

Penentuan titik air tanah dapat dilakukan pada bagian atas atau di bawah bagian atas dengan memakai metode geolistrik. Sedangkan buat interpretasi gambaran air tanah dapat dilakukan menggunakan memakai metode interpretasi data geolistrik dc (Torok 2001). Sebelum menentukan titik pengeboran dilakukan berita umum dengan metode geolistrik. Yaitu buat mencari cekungan air (akuifer) pada dalam tanah, sebagai akibatnya dapat ditentukan tahanan jenis. Yang dapat diubahsuaikan menggunakan kontur tanah / jenis batuan yg merupakan asal air (memakai teknik resististivity), sehingga dapat ditentukan eksistensi air.

harga alat geolistrik air tanah – 081395068645

Pada umumnya proses air tanah terbentuk karena meresapnya air menurut permukaan ke pada lapisan batuan. Air bagian atas yg mengalami proses peresapan akan berkecimpung bebas mengikuti dan mengisi pori – pori dan rongga  batuan tersebut.

Kapasitas air tanah yg terkandung pada suatu perlapisan batuan tergantung pada :kepadatanumur batuansusunan butiranberukuran butiran batuan.

Pemerataan dan penyebaran air tanah dapat dideskripsikan secara vertikal & horisontal sinkron dengan penyebaran kumpulan batuan yang sanggup menyimpan & pembawa air (permeable) atau yang dianggap akuifer. Akuifer sangat ditentukan sang taraf porositas dan permeabilitas batuan itu sendiri. Lapisan batuan yang tidak bisa mengalirkan air dianggap lapisan rapat (impermeable). Sedangkan lapisan batuan yang nir sanggup menyimpan dan meloloskan air tanah dianggap akuifug.

Kebutuhan  air  adalah  kebutuhan  pokok  semua  kehidupan, baik buat kebutuhan sehari – hari, pertanian, perindustrian & lain – lain. Lantaran pertumbuhan penduduk semakin tinggi, kebutuhan air juga ikut semakin tinggi. Untuk memenuhi  kebutuhan air tersebut diperlukan  menggunakan cara melakukan pengeboran pada. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, perencanaan pengeboran perlu ditunjang dengan kajian studi geofisika, yaitu pendugaan  geolistrik. Pendugaan buat mempelajari sifat fisika batuan terhadap arus listrik.Sifat Batuan Dalam Menghantarkan Listrik

Lantaran pada dasarnya seluruh batuan tidak sama sifatnya dalam menghantarkan arus listrik, tergantung beberapa faktor diantaranya :kerapatan batuanporositas & permeabilitasbentuk & ukuran poriumur batuankandungan elektrolit

Pendugaan geolistrik pada dasarnya memanfaakan sifat kelistrikan pada suatu perpaduan batuan terhadap arus listrik yang diinjeksikan searah ke pada  bumi melalui dua elaktroda arus dalam 2 titik bagian atas bumi kemudian mengukur beda potensial yg terjadi pada 2 titik lain di permukaan bumi. Kedua elektroda potensial ditempatkan berdasarkan susunan konfigurasi elektroda eksklusif. Untuk kajian yg tepat studi ini adalah konfigurasi Schlumberger. Konfigurasi elektroda Schlumberger  menempatkan susunan elektroda dimana dua elektroda (MN) ditempatkan diantara dua elektroda arus (AB). Pada ketika pengukuran, elektroda arus (AB) & elektroda potensial (MN) akan dipindah sinkron menggunakan jeda yg sudah dipengaruhi, yaitu jeda elektroda (MN/dua)< 1/lima jarak elektroda arus (AB/2).

Pada dasarnya pendugaan geolistrik ini bertujuan buat mendapatkan gambaran mengenai penyebaran lapisan batuan yang bisa menyimpan & membawa air (akuifer). Selain itu pendugaan geolistrik akan menaruh citra susunan lapisan batuan di bawah bagian atas tanah seperti ketebalan, kedalaman, jenis batuan, & penyebaran batuan sebagai akibatnya nantinya akan membantu perencanaan pengeboran.Tahap Interpretasi & Analisa Potensi Air menurut output berita umum geolistrik

Dalam melakukan interpretasi & menganalisa potensi air tanah daerah penyelidikan dengan cara beberapa termin, yaitu:Tahap pertama :

Mengevaluasi peta geologi, peta hidrogeologi, peta rupa bumi serta mengidentifikasi kondisi airtanah baik berdasarkan asal mata air maupun dari sumur penduduk.Tahap kedua :

Dengan melakukan pendugaan geolistrik metode Resistivity  untuk mengetahui susunan satuan batuan yang mampu menyimpan dan menjadi lapisan pembawa air (akuifer).

Pendugaan geolistrik adalah survei buat mengetahui penyebaran batuan di bawah permukaan tanah  secara tegak juga mendatar yg dapat bertindak sebagai akuifer (lapisan pembawa air) dan memilih  titik sumur bor di lokasi penyelidikan.Adapun alat-alat yg digunakan pada penyelidikan uji geolistrik merupakan :Resistivitimeter NANIURA NRD 300 HFElektroda arus yang terbuat berdasarkan stainlessEktroda potensial terbuat menurut tembagaPalu atau martilKabel arus dan kabel potensialKamera digital/hand phoneAlat komunikasi / Handy TalkyKompas & GPS (koordinat dan elevasi) dan indera penunjang lainnya.Penyelidikan pendugaan geolistrik dilakukan atas dasar sifat fisika batuan terhadap arus listrik, dimana setiap jenis batuan yg tidak selaras akan memiliki harga tahanan jenis yg tidak selaras pula.

Hal ini tergantung dalam beberapa faktor, diantaranya :umur batuankandungan elektrolitkepadatan batuanjumlah mineral yg dikandungnyaporositaspermeabilitas & lain sebagainya.

Berdasarkan hal tersebut di atas jika arus listrik searah (Direct Current) dialirkan ke pada tanah melalui dua (2) elektroda arus A dan B, maka akan timbul beda potensial antara ke 2 elektroda arus tersebut. Beda potensial ini lalu diukur sang pesawat penerima (receiver) dalam satuan miliVolt.

Dalam penyelidikan geolistrik ini sudah dipakai susunan elektroda dengan memakai susunan aturan Schlumberger  dimana ke 2 elektroda potensial MN selalu ditempatkan diantara 2 butir elektroda arus.Susunan elektroda dari anggaran Schlumberger

Pada setiap pengukuran, elektroda arus AB selalu dipindahkan sinkron dengan jarak yg sudah dipengaruhi, sedangkan elektroda potensial MN hanya mampu dipindahkan dalam jeda-jeda tertentu menggunakan kondisi bahwa jeda MN/2 ³ 1/lima jeda AB/dua.

Oleh lantaran jarak elektroda selalu berubah dalam setiap pengukuran, maka Hukum Ohm yg dipakai menjadi dasar setiap penyelidikan geolistrik dalam memperoleh harga tahanan jenis semu wajibdikalikan menggunakan faktor jaraknya (K-Factor).  Sehingga rumus buat memperoleh harga tahanan jenis semu dapat ditulis menjadi berikut :

ra  = p.(AB/2)dua – (MN/2)2/MN. DV/I

dimana :r a     = Tahanan jenis semuK        = Konstanta faktor geometrik,(K = p. (AB/dua)dua – (MN/2)2 /MN)DV      = Beda potensial yang diukur (volt)I         = Besar arus yang digunakan (Ampere)AB      = Jarak elektroda arus AB (meter)MN     = Jarak elektroda potensial MN (meter)Tabel Korelasi Tahanan Jenis(Sumber : Keller dan Frischknecht 1966, Daniels dan Alberty 1966, Telford et al,. 1990 dalam loke 2004)

Setelah peralatan telah tersedia, langkah awal buat pengukuran merupakan menggunakan peta geologi dan peta topografi, hal ini bertujuan buat menentukan lintasan pengukuran dan base station yang sudah diketahui harga akselerasi gravitasinya.Ada beberapa parameter lain yang dibutuhkan jua dalam penentuan base station, lintasan pengukuran dan titik ikat :letak titik pengukuran wajibjelas & mudah dikenallokasi titik pengukuran wajibdapat dibaca pada petalokasi titik pengukuran wajibgampang dijangkau dan bebas dari gangguan tunggangan bermotor/ mesinlokasi titik pengukuran harus terbuka sebagai akibatnya GPS mampu menerima sinyal berdasarkan satelit dengan baik tanpa terdapat penghalang.

Kontraktor Sumur Bor Artesis untuk Industri, Hotel, Perumahan dll Didukung Ahli Berpengalaman Hubungi : 085103211114 Mengatasi Masalah Air, Sumur Tercemar, Bau, Keruh, Kuning, dll GARANSI !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *