Geolistrik – Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Geolistrik adalah keliru satu metode geofisika yg bertujuan mengetahui sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan pada bawah permukaan tanah menggunakan cara menginjeksikan arus listrik ke pada tanah. Geolistrik merupakan keliru satu metode geofisika aktif, lantaran arus listrik asal menurut luar sistem. Tujuan primer menurut metode jasa geolistrik ini sebenarnya merupakan mencari resistivitas atau tahanan jenis berdasarkan batuan. Resistivitas atau tahanan jenis adalah besaran atau parameter yang menampakan tingkat kendala listriknya terhadap arus listrik. Batuan yang memiliki resistivitas makin besar , menampakan bahwa batuan tersebut sulit buat dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik jua dapat dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial listrik & medan induksi.[butuh rujukan]

Resistivitas batuan bisa diukur dengan memasukkan arus listrik ke dalam tanah melalui 2 titik elektrode pada permukaan tanah & 2 titik lain buat mengukur beda potensial di permukaan yg sama. Hasil pengukuran geolistrik bisa berupa peta sebaran tahanan jenis baik menggunakan jenis pemetaan atau horisontal juga sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik pemetaan juga sounding diadaptasi dengan kebutuhan diadakannya akuisisi data dan jenis konfigurasi yg dipakai.[butuh acum sunting asal]

Di dalam metode geolistrik aktif dibutuhkan konfigurasi elektrode karena adanya proses suntik arus listrik ke bagian atas Bumi. Pada titik ukur diharapkan faktor koreksi eksklusif pada pengumpulan fakta dengan konfigurasi elektrode. Tujuan menurut konfuigurasi elektrode adalah mengetahui nilai resistivitas listrik pada pada tanah dengan ketelitian pengukuran yg mendekati nilai sebenarnya. Pada konfigurasi elektrode terdapat 2 jenis elektrode yaitu elektrode arus & elektrode tegangan. Tiap metode geolistrik memerlukan sepasang elektrode arus & elektrode tegangan.  Bentuk konfigurasi buat pengukuran adala pengaturan rapikan letak elektrode arus dan elektrode tegangan pada pada permukaan Bumi. Susunan elektrode menciptakan lintasan lurus yg simetris buat menciptakan interaksi geometri dalam faktor koreksi.[1]

Pemilihan jenis konfigurasi elektrode pada metode geolistrik disesuaikan menggunakan data & pengamatan lingkungan pengukuran. Pertimbangan primer dalam pemilihan jenis konfigurasi elektrode adalah luas lahan yang menjadi loka pengukuran. Penanaman elektrode arus pada pada permukaan tanah bertujuan untuk mewakili keakuratan nilai output pengukuran. Sedangkan elektrode tegangan mewakili ketelitian pengukuran. Kedalaman penanaman disesuaikan menggunakan keperluan & kemampuan amperemeter & voltmeter yg digunakan.[2]

Pengukuran geolistrik herbi geometri susunan elektrode arus dan potensial yang digunakan saat akuisisi. Metode geolistrik terdiri dari beberapa konfigurasi, misalnya yang ke 4 butir elektrodanya terletak dalam satu garis lurus menggunakan posisi elektrode AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat dalam kedua sisi yaitu konfigurasi Wenner & Schlumberger. Setiap konfigurasi memiliki metode perhitungan tersendiri buat mengetahui nilai ketebalan & tahanan jenis batuan di bawah permukaan.[butuh acum]Beberapa jenis konfigurasi yg biasa dipakai buat pengukuran geolistrik merupakan konfigurasi Schlumberger, konfigurasi Wenner, konfigurasi dipol-dipol & variasinya.[butuh acum]

Susunan elektrode yang umumnya digunakan pada saat pengukuran geolistrik di sunting sumber]

Pengukuran ini dilakukan dengan cara meletakkan titik titik elektrode dengan beda jeda satu sama lain yang sama. Elektrode yang bersebelahan akan berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini memiliki kelebihan dalam ketelitian pembacaan lantaran mempunyai nilai eksentrisitas yang tidak terlalu besaratau bernilai sebanyak 1/3. metode ini juga keliru satu metode dengan sinyal yg bagus. Kelemahan dari metode ini merupakan nir bisa mendeteksi homogenitas batuan pada dekat permukaan yg bisa berpengaruh terhadap output perhitungan. selain itu, metode ini membutuhkan biayayang lebih mahal bila dibandingkan dengan konfigurasi yang lain karena setiap berpindah, maka kabel harus diganti menggunakan yg lebih panjang.[butuh acum]Konfigurasi Schlumberger[sunting asal]

Pengukuran ini dilakukan dengan cara yg sama menggunakan Wenner, namun jarak elektrode arus bisa diubah tidak sama dengan jarak elektrode potensial. Nilai eksentrisitas menurut konfigurasi ini bisa berkisar antara 1/tiga atau 1/5. Apabila elektrode arus yg dipindah telah melewati batas eksentrisitas, perlu dilakukan shifting dalam elektrode potensial supaya nilai yg dihasilkan masih bisa terbaca.[butuh rujukan]

Konfigurasi schlumberger umumnya dipakai buat sounding, yaitu pengambilan data yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan menurut konfigurasi ini adalah dapat mendeteksi adanya non-homogenitas lapisan batuan dalam bagian atas menggunakan cara membandingkan nilai resistivitas semu waktu shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan dalam elektrode MN miniwaktu AB berada sangat jauh, hampir melewati batas eksentrisitasnya.[butuh acum]Konfigurasi dipol-dipol[sunting asal]

Pengukuran ini dilakukan menggunakan cara yang sangat tidak selaras dengan dua konfigurasi diatas. Elektrode potensial diletakkan berjauhan dengan jarak na berdasarkan elektrode arus.[butuh rujukan]Kelebihan dari konfigurasi ini adalah porto yg dikeluarkan tidaklah mahal bila dibandingkan dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini pula bisa digunakan buat pemetaan, yaitu pengukuran yang memfokuskan output secara lateral. untuk kekurangannya merupakan konfigurasi ini memiliki kualitas frekuwensi yang tidak baik jika dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita dapat melakukan pengurangan elektrode sebagai akibatnya konfigurasi tersebut sebagai pole-dipole (pengurangan 1 elektrode) atau pole-pole (dua elektrode).[butuh rujukan sunting asal]

Hasil data pengukuran geolistrik berupa tahanan jenis dapat dimanfaatkan buat kebutuhan:[butuh acum]Geologi rekayasa buat mengetahui tebal lapisan lapuk, jenis batuan, struktur geologi dan porositas dan permeabilitas batuan buat penentuan konstruksi.Pertambangan, buat mengetahui persebaran mineral pada pada lapisan tanah.Minyak bumi buat mengetahui ketebalan lapisan lapuk dalam penentuan pemasangan bor, struktur lapisan dan jenis batuan.Arkeologi buat mengetahui situs-situs peninggalan sejarah yg terpendam pada tanah.Geologi regional suatu wilayah baik struktur geologi juga stratigrafinya.Hidrologi, buat mencari akuifer atau asal air tanah atau mengetahui intrusi air bahari sunting asal]

Tiap konfigurasi memiliki kedalaman semu maksimum yang mampu ditembus:[butuh rujukan]Wenner: konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar 1/3 menurut bentangan ABSchlumberger: konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar 1/5 menurut bentangan ABDipole-Dipole: Konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/dua sunting sumber]Catatan kaki[sunting asal sunting sumber]Vebrianto, Suhendra (2016). Eksplorasi Metode Geolistrik. Malang: Universitas Brawijaya Press. ISBN 978-602-203-937-dua.

harga alat geolistrik air tanah – 081395068645

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *