Haruskah Memperbarui Legalitas Usaha Ke Oss Rba?

BerandaKlinikBisnisHaruskah Memperbarui…BisnisHaruskah Memperbarui…

Rabu, 10 November 2021Bacaan 5 Menit

apabila pelaku tempatsewa.web.id tempat sewa legalitas usaha bisnis sudah mempunyai perizinan dari OSS lama, haruskah yg bersangkutan memperbarui legalitas usahanya ke OSS RBA?

Berbeda menggunakan OSS terdahulu yang menaruh dokumen perizinan berupa biarbagi semua pelaku usaha, pada OSS RBA nir seluruh pelaku bisnis membutuhkan dokumen perizinan berupa biarbuat menjalankan operasional aktivitas usahanya. Sebab, OSS RBA membeda-bedakan dokumen legalitas bisnis bagi pelaku bisnis berdasarkan skala bisnis & taraf risikonya.

Lalu, menggunakan adanya disparitas antara dokumen legalitas usaha dari OSS yg usang menggunakan OSS RBA, haruskah pelaku bisnis memperbarui dokumen legalitas usahanya ke OSS RBA?

Penjelasan lebih lanjut bisa Anda klik ulasan di bawah ini.Apa itu OSS RBA (Risk Based Approach)?Perizinan berusaha berbasis risiko adalah legalitas yg diberikan pada pelaku usaha buat memulai & menjalankan bisnis &/atau kegiatannya dari taraf potensi terjadinya cedera atau kerugian menurut suatu bahaya atau kombinasi kemungkinan dan akibat bahaya.[1]Perizinan berusaha berbasis risiko diatur pada Pasal 7-12 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 mengenai Cipta Kerja (“UU Cipta Kerja”) dan kemudian diatur lebih khusus pada Peraturan Pemerintah Nomor lima Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (“PP 5/2021”).PP lima/2021 ini mengganti konsep perizinan yang sebelumnya memakai sistem OSS 1.1. yang pelaksanaanya berbasis pemenuhan komitmen menjadi sistem OSS Risk Based Approach (“OSS RBA”) atau perizinan berusaha berbasis risiko.Dokumen Legalitas Usaha pada OSS RBADisarikan menurut Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, Begini Penjelasannya, tidak sama menggunakan OSS 1.1. yg mengeluarkan dokumen legalitas perizinan berupa izin bisnis & biarkomersial atau operasional, OSS RBA membedakan dokumen legalitas yang diberikan bagi pelaku usaha menurut skala usaha dan tingkat risikonya, dengan ketentuan menjadi berikut:Tingkat risiko rendahPerizinan berusaha bagi aktivitas usaha ini berupa Nomor Induk Berusaha (“NIB”) yang adalah bukti diri pelaku usaha sekaligus legalitas buat melaksanakan kegiatan usaha.[dua]Tingkat risiko menengahTingkat risiko ini terbagi atas taraf risiko menengah rendah dan menengah tinggi.[3] Perizinan usaha bagi kegiatan usaha taraf risiko menengah rendah & menengah tinggi berupa NIB dan sertifikat standar.[4]Perlu dicatat, khusus kegiatan bisnis tingkat risiko menengah tinggi, sertifikat baku baru dapat diterbitkan sehabis NIB terbit & pelaku bisnis membuat pernyataan melalui sistem OSS[5] dari output pembuktian pemenuhan standar aplikasi kegiatan usaha oleh pelaku usaha.[6]Tingkat risiko tinggiPerizinan berusaha bagi aktivitas usaha ini berupa NIB & biar.[7] Keduanya adalah perizinan berusaha bagi pelaku bisnis buat melakukan aktivitas operasional dan/atau komersial kegiatan usaha.[8] Adapun izin yang dimaksud merupakan persetujuan pemerintah pusat atau pemerintah daerah buat pelaksanaan kegiatan bisnis yg wajibdipenuhi sang pelaku usaha sebelum melaksanakan kegiatan usahanya.[9]Dalam hal aktivitas bisnis menggunakan taraf risiko tinggi memerlukan pemenuhan standar usaha &/atau standar produk, pemerintah pusat atau daerah sinkron kewenangan masing-masing menerbitkan sertifikat standar bisnis dan sertifikat standar produk sinkron pembuktian pemenuhan baku.[10]Jadi, tidak sama menggunakan OSS terdahulu yg menaruh dokumen perizinan berupa biarbagi seluruh pelaku bisnis, dalam OSS RBA nir semua pelaku bisnis membutuhkan dokumen perizinan berupa biarbuat menjalankan operasional kegiatan usahanya, melainkan izin ini diterbitkan buat kegiatan usaha taraf risiko tinggi.Haruskah Memperbarui Legalitas Usaha yang Lama ke OSS RBA?Lalu, menggunakan adanya disparitas dokumen perizinan yang dihasilkan antara OSS terdahulu menggunakan OSS RBA, haruskah pelaku usaha memperbarui dokumen legalitas perizinan berusahanya sinkron dengan dokumen perizinan yang dikeluarkan sang OSS RBA di atas?Febrina Artineli, konsultan Easybiz dalam Instagram Live Klinik Hukumonline beserta menggunakan Easybiz bertajuk Haruskah Legalitas Usaha di-Upgrade ke OSS RBA? menampakan, pada dasarnya pelaku bisnis yang sudah memiliki dokumen legalitas bisnis berdasarkan OSS 1.1. atau OSS 1.0. yang sudah berlaku efektif tidak wajibmemperbarui dokumen legalitas perizinan berusahanya menjadi dokumen legalitas yg dimuntahkan pada OSS RBA. Sebab, dalam dasarnya izin yang dikeluarkan menurut sistem OSS terdahulu masih berlaku.Febri menambahkan, pelaku bisnis bisa memperbarui dokumen legalitas perizinan berusaha sebagai dokumen legalitas yang dikeluarkan pada OSS RBA pada hal terjadi syarat menjadi berikut, pada antaranya:Guna pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM); dan/atauGuna mengikuti suatu tender yang mempersyaratkan pelaku usaha buat mempunyai dokumen legalitas perizinan berusaha OSS RBA.Dengan demikian, pada dasarnya Anda nir harus memperbarui dokumen legalitas perizinan berusaha Anda yang lamake OSS RBA , kecuali jika Anda mempunyai keperluan sebagaimana diterangkan di atas.Seluruh berita aturan yang ada pada Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata buat tujuan pendidikan & bersifat generik (lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya). Untuk menerima petuahhukum spesifik terhadap perkara Anda, konsultasikan langsung menggunakan Konsultan Mitra Justika.Bingung menentukan keterkaitan pasal & kewajiban usaha Anda, dan keberlakuan peraturannya? Ketahui kewajiban dan sanksi hukum perusahaan Anda dalam satu platform integratif menggunakan Regulatory Compliance System menurut Hukumonline, klik di sini buat menilik lebih lanjut.Demikian jawaban berdasarkan kami, semoga bermanfaat.Dasar Hukum:Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 mengenai Cipta Kerja;Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

[2] Pasal 12 ayat (1) PP lima/2021

[3] Pasal 10 ayat (dua) PP lima/2021

[4] Pasal 13 ayat (1) jo. Pasal 14 ayat (1) PP lima/2021

[5] Pasal 14 ayat (tiga) PP lima/2021

[6] Pasal 14 ayat (2) PP 5/2021

[7] Pasal 15 ayat (1) PP 5/2021

[8] Pasal 15 ayat (4) PP lima/2021

[9] Pasal 15 ayat (2) PP 5/2021

[10] Pasal 15 ayat (lima) PP 5/2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *